Sejarah Satuan Yonif 726/Tamalatea

SEJARAH SATUAN

BATALYON INFANTERI 726/TAMALATEA

       Upaya dan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan yang dilakukan oleh para pejuang didalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sangatlah berat, dimana perjuangan tersebut melibatkan seluruh komponen bangsa. Berdirinya Yonif 726/Tml merupakan bagian dari perjuangan tersebut, bagaimana rakyat bersama dengan tentara pada saat itu khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, memiliki semangat dan tekad yang membara untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

       Latar belakang terbentuknya Batalyon Infanteri 726/Tamalatea sebagai berikut:    

       Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, Sulawesi Selatan masuk  dalam bagian Propinsi  Sulawesi yang dibentuk bersama propinsi lainnya di Indonesia tanggal 19 Agustus 1945.  Sebelum para tokoh pergerakan di  Sulawesi Selatan membentuk pemerintahan, ternyata Sekutu (Australia) dibawah pimpinan  Brigadir Jenderal Iwan Dougherty mendarat di Makassar pada tanggal 23 September 1945. Kedatangan pasukan sekutu tersebut diikuti oleh Netherlands Indies Civil Administration (NICA) pimpinan  Mayor Wegner yang bermaksud menegakkan kembali pemerintahan sipil Hindia Belanda. NICA kemudian membangun organisasi bersenjata yang anggotanya terdiri dari eks tentara Belanda dari Koninklijk Nederlansch Indisch Leger (KNIL).

       Pada tanggal 2 Oktober 1945 serdadu KNIL menembaki orang yang memakai lencana merah putih. Peristiwa ini mengakibatkan para pemuda Sulawesi Selatan memberontak. Pemberontakan terus berlangsung sampai akhirnya Tentara Sekutu (Australia) melarang serdadu-serdadu NICA keluar dari kamp-kamp mereka. Perundingan dilakukan antara Sekutu yang diwakili Brigadir  Jenderal Iwan Dougherty dengan Gubernur Sulawesi  Dr. Sam Ratulangi mewakili pemuka bangsa Indonesia di Sulawesi.   Situasi dan kondisi di Sulawesi Selatan bertambah buruk setelah pimpinan sekutu, Brigadir Jenderal Iwan Dougherty digantikan Brigadir Jenderal Chilton serta Komandan NICA Mayor Wegner diganti Dr. Lion Cocher yang lebih agresif. NICA. Melakukan gerakan sampai ke wilayah pedalaman Sulawesi Selatan. Beberapa daerah seperti Maros, Pangkajene, Jeneponto, Takalar, Bulukumba masih tetap bertahan untuk tidak bekerja sama dengan NICA. Kondisi keamanan di Sulawesi Selatan semakin tegang, pemberontakan terhadap NICA terjadi di mana-mana. Untuk mengantisipasi itu, Dr. Sam Ratulangi berhasil membentuk Badan Pusat Keselamatan Rakyat (BPKR) untuk memimpin pergerakan kemerdekaan di Sulawesi Selatan.

       Sejak Gubernur Dr. Sam Ratulangi dan kawan-kawan ditangkap Belanda tanggal 24 April 1946 dan dibuang ke Serui pada bulan Juni 1946, kegiatan perjuangan fisik di Sulawesi Selatan berubah menjadi gerakan gerilya. Sedangkan perjuangan non fisik dilakukan melalui wadah partai-partai dan organisasi legal antara lain Gabungan Pemuda Indonesia Sulawesi (Gapis) yang di Pimpin M. Idris, Kris Muda Mandar pimpinan A. Kaleng, Pembela Keamanan Rakyat (PKR), Harimau Indonesia Pangkajene pimpinan Bahang, Penerjang Penjajah Indonesia (PPI) pimpinan A. Rasjid Faqih dan Laskar Lipang Bajeng pimpinan Pajonga Daeng Ngalle.

       Dalam  upaya  untuk  mengkoordinasi  organisasi-organisasi  tersebut,  maka  atas  inisiatif  Lipang  Bajeng diselenggarakan Konferensi Gerilya (Konferensi Rannaya) yang dihadiri 19 organisasi yang membentuk satu fusi bernama Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (Lapris), dengan beranggotakan 26 organisasi. Anggota Lapris tersebar di seluruh pelosok daerah Sulawesi Selatan dengan jumlah anggota yang cukup besar. Hal ini berdampak bertambah besarnya semangat perjuangan pemuda sehingga sering pula terjadi bentrokan antara pemuda dan serdadu NICA.

       Berbagai usaha perlawanan terhadap usaha Belanda (NICA) untuk kembali berkuasa di Sulawesi Selatan juga bermunculan, seperti perlawanan yang dimotori oleh Robert Wolter Monginsidi (Sekjen Lapris), Ranggong Daeng Romo , Emy Saelan, Mauli Saelan. Perlawanan juga terjadi di Luwu bulan Januari 1946 dan di Palopo 23 Januari 1946, dll. Menjelang akhir tahun 1946 suatu peristiwa pembantaian (yang dilakukan Westerling) meminta korban tidak kurang 40.000 nyawa, menjadi tragedi hitam yang mewarnai Sulawesi Selatan Peristiwa pembunuhan massal terhadap rakyat Sulawesi Selatan tersebut terjadi di Camba, Sampanang, Turatea, Pasar Tolo, Mesjid Arung Keke, Bulukumba, Jongaya, Rappang, Mandar, Barru, Kalukung, Batua, Luwu, dll. Peristiwa ini memotivasi pemuda asal Sulawesi di Pulau Jawa untuk kembali ke Sulawesi dan membantu pergerakan untuk mempertahankan kemerdekaan dan menstabilkan keamanan di Sulawesi Selatan.

       Pusat perlawanan kaum Republik di Sulawesi Selatan yang paling bertahan pada waktu itu adalah di Distrik Polongbangkeng , sebelah selatan Makassar di Kewedanaan Takalar. Karaeng daerah tersebut, Hadji Pajonga Daeng Ngalle didukung dua orang pemuda, yakni Hadji Makkaraeng Daeng Mandjarungi dan Syamsuddin Daeng Ngerang mengambil keputusan untuk mendukung republik setelah sebelumnya mengadakan konsultasi dengan para penghulu sub-distrik dan desa. Selanjutnya, tanggal 16 Oktober 1945 dibentuk suatu orgasisasi perjuangan yang dikenal Gerakan Lipang Badjeng (GLB), dengan ketuanya Karaeng Hadji Pajonga Daeng Ngalle. Pada tanggal 2 April 1946 dibentuk Organisasi Militer khusus Lipang Badjeng yang dikepalai Ranggong Daeng Romo. Lipang Badjeng inti dari federasi kelompok-kelompok pemuda/laskar Lapris. Ranggong Daeng Romo sangat berjasa dalam mengadakan perlawanan dengan memimpin 57 aksi militer atas nama Lipan Badjeng, dan 51 aksi militer atas nama Lapris selama kurun waktu Desember 1945 sampai Pebruari 1947. Perlawanan kekuatan pro-republik di Sulawesi Selatan selama tahun 1945-1946 mengancam rencana Belanda untuk mencoba suatu hubungan baru yang akan melestarikan ikatan kolonial lama dalam bentuk baru. Gubernur  Jenderal  Hindia Belanda,  Dr. H.J  van  Mook  pada  bulan Februari 1946 secara resmi mengusulkan pembentukan suatu Negara Federal Indonesia Serikat (NIS) dalam “hubungan persemakmuran” dengan kerajaan Belanda. Upaya ini dilakukan Belanda untuk memecah belah bangsa Indonesia dengan mempersempit wilayah Republik Indonesia dan membentuk negara-negara boneka yang tergabung dalam Negara Indonesia Serikat  (NIS). Pembicaraan tentang pembentukan Negara Indonesia Serikat (NIS) dimulai dalam Konferensi Malino di Sulawesi Selatan pada tanggal 15-25 Juli 1946 yang mengeluarkan keputusan untuk membentuk Negara Indonesia Serikat, yang salah satu anggotanya adalah Negara Indonesia Timur (NIT). Konferensi kedua dilaksanakan di Denpasar pada tanggal 24-28 Desember 1946. Konferensi Denpasar diikuti oleh tokoh-tokoh  Indonesia Timur termasuk wakil-wakil dari kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah Indonesia Timur. Konferensi Denpasar menghasilkan pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) yang berpusat di Makassar.

      NIT yang  diproklamasikan  pada  bulan  Desember  1946  di  tengah-tengah  kampanye  pasifikasi  yang dilancarkan Belanda di Sulawesi Selatan. NIT akhirnya diterima Republik, Maret 1947 dengan ditandatanganinya  Persetujuan Linggarjati yang mengakui kekuasaan de-facto RI hanya atas pulau Jawa, Madura dan Sumatera. Perjanjian ini menetapkan RI, Kalimantan dan Indonesia Timur merupakan bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan menjadi anggota Uni-Indonesia Belanda. Kabinet NIT pertama dipimpin oleh Nadjamoeddin Daeng Malewa sebagai Perdana Menteri merangkap Menteri Urusan Perekonomian yang dilantik di Jakarta, 13 Januari 1947. Kemudian NIT bergabung dalam satu perhimpunan negara-negara bagian Negara Indonesia Serikat atau BFO yang diketuai oleh Sultan Hamid II.

       Pembentukan NIT ternyata tidak menyurutkan perlawanan rakyat terhadap pemerintah pendudukan Belanda di Indonesia, baik fisik maupun non fisik, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Selama periode NIT, hampir tidak ada perubahan dalam struktur atau operasi daerah-daerah berpemerintahan sendiri di Sulawesi Selatan. Bentuk-bentuk pemerintahan tradisional dipertahankan/dihidupkan kembali dengan Dewan Hadat yang terdiri dari para penghulu bawahan memberi  nasehat kepada penguasa. Pemerintah NIT membentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di 13 daerah bagiannya, sehingga tugas-tugas para Residen Belanda lambat-laun berkurang.

       Sementara itu perundingan antara pemerintah Indonesia (RI-BFO) dengan Belanda yang diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 02 Nopember 1949 di DenHaag, Belanda, menghasilkan perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani pada tanggal 27 Desember 1949 di Amsterdam oleh Ratu Juliana dan Wakil RIS Mohammad Hatta. Sementara itu, di Jakarta, pengakuan kedaulatan dilakukan oleh Wakil Tinggi Mahkota Kerajaan Belanda Dr. Lovink kepada kedaulatan ini mendapat sambutan gembira dari rakyat Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Tokoh pergerakan di Sulawesi Selatan semakin bersemangat untuk bergabung kembali dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

       Pada tanggal 30 Maret 1950 Batalyon Kapten Andi Azis yang merupakan eks pasukan KNIL pertama, resmi diterima kedalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) dengan tujuan untuk memperkuat tentara NIT. Hal ini menimbulkan ketegangan antara pasukan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) dengan APRIS eks tentara KNIL, yang juga memicu demonstrasi-demonstrasi besar yang menuntut pembubaran NIT di Sulawesi Selatan.

       Pada tanggal 5 April 1950, satu batalyon TNI/APRIS yang berkekuatan seribu orang di bawah komando Mayor H.V.Worang dalam perjalanan menuju Makassar dihadang dengan kekerasan oleh pasukan Andi Azis. Dalam peristiwa ini Mokoginta dan stafnya ditawan pasukan Andi Azis. Tindakan Andi Azis yang dimaksudkan untuk melindungi Negara Indonesia Timur malah menyebabkan meningkatnya tekanan kaum nasionalis untuk pembubaran NIT.

       Pada tanggal 17 April 1950 dalam suatu konferensi di Polongbangkeng, suatu deklarasi yang disusun Karaeng Djarung atas nama rakyat Indonesia Timur menyatakan setia kepada pemerintah RI di Yogjakarta. Tanggal 21 April 1950 Presiden NIT (Negara Indonesia Timur) Sukawati menyatakan bersedia untuk membubarkan pemerintah NIT dan bergabung menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

       Selanjutnya, pada tanggal 26 April 1950, pemerintah Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Wakil Ketua Hadat Tinggi (Andi Idjo Karaeng Lalolang), yang juga adalah Raja Gowa) serta Andi Burhanuddin (Ketua Dewan Sulawesi Selatan) mengeluarkan proklamasi bahwa sesuai dengan keinginan rakyat, Sulawesi Selatan menarik diri dari NIT dan akan menggabungkan diri dengan Republik Indonesia sebagai suatu propinsi Sulawesi Selatan terbentuk menjadi satu kesatuan wilayah administratif tingkat propinsi atas kemauan dan ikrar raja-raja serta masyarakat setempat.

        Setelah persetujuan resmi mengenai pembentukan suatu Negara kesatuan ditandatangani pada tanggal 19 Mei 1950, dan setelah diumumkannya Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanggal 15 Agustus 1950, maka Indonesia kembali ke NKRI pada tanggal 17 Agustus 1950. Begitupun seluruh Sulawesi dipersatukan menjadi satu propinsi, dengan B.W Lapian ditunjuk sebagai pejabat Gubernur.

       Ketika Indonesia kembali ke bentuk Negara Kesatuan, berbagai peristiwa dan aktifitas politik lainnya yang berdampak nasional mewarnai Sulawesi Selatan. Diantaranya, Peristiwa Pemberontakan Kahar Muzakkar dan Pemerintah. Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/Permesta). Terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta bubarnya Negara Indonesia Timur (NIT), tidak banyak mengubah status Sulawesi Selatan. Daerah ini masih berstatus sebagai daerah otonom yang dikepalai seorang kepala daerah sebagaimana pada masa NIT.

        Pada masa pergolakan di Sulawesi Selatan karena pemberontakan DI-TII, para Komandan Batalion di wilayah Komando Daerah Militer (Teritorium VII) Wirabuana (kemudian berubah nama menjadi Kodam XIV Hasanuddin lalu kembali memakai nama Wirabuana) amat berkuasa di wilayah masing-masing. Terutama pada masa berlakunya SOB (Staat van Oorlog on Beleg), masa keadaan darurat perang. Paling terkenal Batalion 710 yang berkedudukan di Polewali, Mandar, Mamasa dan Mamuju (Komando Resimen Militer IV Mappesonae) dibawah pimpinan Letnan Kolonel Andi Selle Mattola, Andi Sose (Batalion 716 kemudian Batalion 717), Azis Taba (Batalion 715), Makkatang Daeng Sibali (Batalion 718).

       Dalam rangka mencapai stabilitas keamanan di daerah Sulawesi Selatan maka diadakan kesepakatan bersama dilingkungan para pejuang kemerdekaan. Untuk itu  diadakan pendekatan – pendekatan   oleh pimpinan Angkatan Darat Tentara Teritorium  VII  dengan  tokoh-tokoh  laskar  yang masih memegang teguh Proklamasi 17 Agustus 1945. Pada awal tahun 1952 didapat kata mufakat antara Kolonel Gatot Subroto Panglima Tentara Teritorium VII dengan tokoh CTN (Coprs Tjadangan Nasional) maupun Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) yang disalurkan menjadi kesatuan Batalyon Infanteri 721.

       Dengan Skep Panglima Teritorium VII No KPTS/263/VII/1952 tanggal 28 April 1952 resmilah Yonif 721 di Palleko Polongbangkeng Takalar dengan Danyon pertama Kapten Inf Makkatang Dg. Sibali.  Dengan adanya kebijaksanaan Kepala Staf Angkatan Darat pada saat itu maka diadakan re-organisasi Yonif 721  menjadi  Bn Inf 718/ROI-I yang bertempat di Makassar, Gowa dan Takalar.

      Sehubungan dengan pembentukan Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara (KDMSST), pada pertengahan 1957 Bn Inf 718/ROI-I dialihkan dan menjadi Batalyon inti organik KDMSST.  Dengan Adanya penyempurnaan seluruh organisasi Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara, berdasarkan Surat Keputusan Panglima No.KPTS-0043/2/ 1958  tanggal 22 Februari 1958, Bn  Inf 718/ROI-I dipecah menjadi Batalyon L di bawah pimpinan Kapten Inf  M. Yasin Limpo, dan Batalyon M dibawah pimpinan Kapten Inf  H. Arsyad  BZ.  Setelah re-organisasi ke-2, Batalyon L dilebur menjadi Batalyon HN -008 LAPRIS yang berkedudukan dan daerah tugas di Camba Ujung lamuru.

       Berdasarkan Skep Pangdam XIV/HN Nomor Skep/0072/7/1964 tanggal 04 Juli 1964 diresmikan Batalyon HN-008 Lapris menjadi Yonif 016/WASPADA dengan Danyon Kapten Inf Ibrahim Tulle. Tanggal 04 Juli 1964 dijadikan hari lahir Yonif 726/Tamalatea.

      Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XVI/Hasanuddin Nomor Skep/29/3/1965 tanggal 12 Maret 1965 Batalyon Infanteri 016/Waspada dirubah menjadi Batalyon Infanteri 726/Tml dengan Komandan Batalyon Kapten Inf Ibrahim Tulle.

        Sejarah Penugasan yang dilaksanakan oleh Batalyon Infanteri 726/Tamalatea sebagai berikut:

OPERASI TEMPUR

1.      Pada tahun 1964 Yonif melaksanakan Operasi penugasan Ke III di daerah Bone selatan (Palattae dan Bontocani kompleks) berhasil merampas beberapa pucuk senjata dari gerombolan DI/TII serta menyadarkan beberapa gerombolan ke pangkuan Ibu pertiwi.

2.      Pada tahun 1965 melaksanakan Operasi Bangkit dan Operasi Lontara untuk memulihkan keamanan di daerah Soppeng, Bulukumba dan Panyangkalang Kab. Gowa yang akhirnya kedua daerah ini menjadi Destamar (Desa Sapta Marga) Yonif 726/Tml.

3.      Berdasarkan Radiogram Pangdam XIV/ Hasanuddin Nomor : T/ 001/III/1968 Yonif 726/Tml diperkuat 1 (Satu) Kompi Yonif 721 dengan Komandan Batalyon Infanteri Mayor Inf Sanusi berangkat ke daerah Operasi Irian Barat sebagai Satgas II untuk melaksanakan Operasi dan kembali ke pangkalan pada tangal 18 April 1969. Dalam operasi ini berhasil menyadarkan Gerombolan OPM dan Rakyat yang ada di hutan kembali ke daerah asal untuk membangun rumah dan sekolah serta mengembalikan keamanan dan kewibawaan pemerintah RI.

4.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XIV / Hasanuddin Nomor: Sprin / 0156 / VII / 1974 tanggal 6 Juli 1974 Satgas IV dan Satgas VII Yonif 726/Tml dengan Komandan Batalyon Mayor Inf RMC. Parwito melaksanakan Operasi pengamanan Tapol di TEEFAAT Pulau Buru selama 1 tahun.

5.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XIV / Hasanuddin Nomor: Sprin / 670 / VII / 1977 Yonif 726/Tml dengan Komandan Batalyon Letkol Inf Sinungkaryo Berangkat ke Daerah Operasi Tim-Tim melaksanakan Operasi Seroja selama 12 Bulan.

6.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam XIV / Hasanuddin Nomor: Sprin/703/V/1983 tanggal 19 Mei 1983 Yonif 726/Tml dengan Komandan Batalyon Letkol Inf AS. Abdullah berangkat kedaerah Operasi Irian Jaya dan kembali pada tanggal 18 Mei 1984.

7.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/1499/ XII/1987 tanggal 12 Desember 1987 Yonif 726/Tml dengan Danyon Mayor Inf Saladin Siringoringo berangkat kedaerah Operasi Tim-Tim.

8.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin / 109 / I / 1989 tanggal 30 Januari 1989 Yonif 726/Tml dengan Danyon Mayor Inf Agus Suyitno berangkat kedaerah Operasi Tim-Tim Tahap ke-II dan berhasil menembak mati 2 orang anggota GPK serta merampas 13 Pucuk senjata campuran dan 1 Buah PRC 77.

9.      Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/440/IV/ 1993 tanggal 21 April 1993 Yonif 726/Tml dengan Komandan Batalyon Mayor Inf Ngawin Ginting berangkat kedaerah Operasi Tim-Tim.

10.     Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/1594 /XII/1997 tanggal 03 Desember 1997 Yonif 726/Tml dengan Danyon Mayor Inf Hadi Kusnan berangkat kedaerah Operasi Irian Jaya. Pada tanggal 15 Juni 1998 Jabatan Komandan Batalyon diserahterimakan dari Mayor Inf Hadi Kusnan kepada Letkol Inf Abdul Hakim. Pada tanggal 9 Pebruari 1999 Batalyon Infanteri 726/Tml kembali ke pangkalan, dengan hasil operasi yaitu berhasil menyadarkan 180 orang Masyarakat pelintas Batas untuk kembali ke negara Kesatuan Republik Indonesia dan merampas 2 (dua) pucuk senjata campuran dari OPM.

11.     Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/428/ V/2001 tanggal 1 Mei 2001 Yonif 726/Tml dengan Danyon Mayor Inf Moh. Sugiarto,S.Sos Nrp 30797 berangkat Operasi Tim-Tim ke Atambua dan berhasil merampas 3 pucuk senjata campuran, 40 buah granat Korea, 1 buah Granat Nenas dan ratusan Butir peluru dari mantan Eks Milisi.

12.    Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/729/ VI/2003 tanggal 23 Juni 2003 untuk melaksanakan tugas Opspamtas Irian Jaya / Papua Yonif 726/Tml dengan Danyon Letkol Inf Damar Teguh Santoso Nrp 31219 berangkat untuk melaksanakan tugas Operasi pengamanan perbatasan RI-PNG di Papua dengan hasil 2 cuk senjata engkle loop beserta ratusan butir munisi campuran serta berhasil menyadarkan dan mengembalikan sebanyak 72 orang kepala keluarga ke pangkuan NKRI yang sebelumnya tinggal di PNG sebagai pengikut dan pendukung OPM.

13.     Berdasarkan Surat Perintah Pangdam VII/Wrb No : Sprin/426/ IV/2005 tanggal 01 April 2005 tentang melaksanakan tugas Operasi Ke Daerah Rawan NAD Yonif 726/Tml dengan Danyon Letkol Inf Rifky Nawawi Nrp 32342 dkk 488 orang berangkat melaksanakan tugas Opslihkam di wilayah Pidie dengan hasil personil GAM tewas 3 orang, Tahanan 3 orang, menyerah 7 orang, senjata 1 cuk AK 47, Mu 43 butir, Granat Korea 1 buah, magasen AK 47 1 buah, HT kenwood 2 buah, beserta barang bukti lainnya.

14.     Berdasarkan Surat Telegram Pangdam VII/Wrb No : STR/195/2012 tanggal 31 Juli 2012 tentang penyiapan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 726/Tml kekuatan 650 orang Dpp. Letkol Inf Heny Setyono, S. Psi Nrp 11960032790173 berangkat untuk melaksanakan rotasi dengan Satgas Pamtas Yonif 721/Mks di sektor selatan Kab. Merauke Papua dengan hasil 13 orang tawanan dan 2 cuk senjata yaitu 1 pucuk Senjata SS1 V1 No. Jat 91.033734 dan 1 pucuk Senjata AK 101 Nomor : 101 0111 85104 termasuk 3 buah magazen beserta 88 butir munisi kaliber 5,56 X 45 mm dan keberhasilan lainnya adalah dengan mendapatkannya apresiasi yang luar biasa dari Pemda Kab. Merauke dan masyarakat setempat atas keberhasilan prajurit Satgas Yonif 726/Tml dalam merubah pola fikir masyarakat pribumi dari kegiatan berburu dan beralih ke kegiatan bercocok tanam dengan mengajari masyarakat bertanam padi, perawatan sampai memanen padi milik Bpk. Paulus seluas 2 Ha di Kp. Sota, serta pembukaan lahan baru seluas ±41 Ha untuk masyarakat setempat.

 

OPERASI TERITORIAL

1.      Pada tahun 1965 setelah melaksanakan Operasi tempur maka dilaksanakan Operasi Teritorial dengan cara penataan kembali bekas Operasi bangkit dan Operasi Lontara dengan titik berat pelaksanaannya adalah pembukaan daerah baru dan jalan baru bersama-sama masyarakat setempat untuk dijadikan pemukiman baru.

2.       Pada tahun 1980 melaks AMD ke – I ke Maros dan Bulukumba.

3.       Pada   tahun 1981 melaksanakan AMD ke – 4, 5 dan 6 di Jeneponto, Selayar, Bantaeng dan Sinjai.

4.       Pada   tahun 1982 melaksanakan AMD ke – 7, 8, 9 dan 10 di Bulukumba, Takalar Jeneponto, dan Bantaeng.

5.       Pada   tahun 1984 melaksanakan AMD ke – 13 di Bantaeng.

6.       Pada   tahun 1985 melaksanakan AMD ke – 19 dan 20 di Soppeng dan Selayar.

7.       Pada   tahun 1986 melaksanakan AMD ke – 21, 22 dan 23 di Bantaeng, Sinjai dan Gowa.

8.       Pada   tahun 1987 melaksanakan AMD ke – 24 di Maros.

9.       Pada   tahun 1990 melaks AMD ke–34 dan 35 di Maros dan Takalar.

10.     Pada   tahun 1991 melaksanakan AMD ke – 36,37 dan 38 di Jeneponto, Selayar, dan Wajo.

11.     Pada   tahun 1992 melaksanakan AMD ke – 40 di Gowa.

12.     Pada   tahun 1995 melaksanakan AMD ke – 48, 49 dan 50 di Sinjai, Bone dan Bulukumba.

13.     Pada tahun 1996 melaksanakan AMD ke – 52,53 di Jeneponto dan Selayar.

14.     Pada   tahun 1997 melaksanakan AMD ke – 54 di Takalar.

15.     Pada   tahun 2000 melaksanakan AMD ke – 63 di Jeneponto.

16.     Pada   tahun 2000 melaksanakan AMD ke – 64 di Selayar.

17.     Pada   tanggal 11 Juni 2001, 1 (satu) peleton melaksanakan Karya Bhakti di Kab. Bantaeng.

18.     Pada tanggal 30 April 2002 1 (satu) peleton melaksanakan TMMD di Kab. Soppeng.

19.     Pada tanggal 15 Oktober 2002, 2 (dua) SST melaksanakan TMMD dan TMSS ke LXIX di Kab. Sinjai dan Kab. Gowa.

20.    Pada tanggal 07 April 2003, 1 (satu) SST melaksanakan TMMD ke – 70 di Kab. Gowa

21.    Pada tanggal 08 September 2003 , 1 (satu) SST melaksanakan TMMD ke – LXXI di Kab. Bulukumba.

22.    Pada tanggal 3 Mei 2004, 1 (satu) SST melaksanakan TMMD ke – LXXII di Kab. Maros.

23.    Pada tanggal 20 Agustus 2004, 1 (satu) SST melaksanakan TMMD di Jeneponto

24.    Pada tanggal 12 Desember 2004, 1 (satu) SST melaksanakan bhakti sosial di Sinjai

25.    Pada tanggal 29 Juni 2006, 2 (dua) SSK melaksanakan bhakti sosial di Sinjai

26.    Pada tanggal 01 September 2006, 2 (dua) SST melaksanakan TMMD LXXVII di Sinjai

27.    Pada tanggal 27 Februari   s.d 27 Maret 2007, 1 (satu) SSK melaksanakan TMMD LXXVIII di Wajo dan Bone.

28.    Pada tanggal 30 juli s/d 29 September 2007, 1 SST telah melaksanakan bhakti TNI BKO Kodim 1425/JPT Kab. Jeneponto dengan sasaran pembuatan dan perintisan jalan baru.

29.    Pada tanggal 21 Agustus s/d 07 September 2007, 2 SST telah melaksanakan kegiatan TMSS ke 79 TA.2007 di wilayah Kodim 1426/Tkl bertempat di dusun Maccini Baji Desa Masamaturu Kec. Polut Kab. Takalar dengan sasaran pembuatan jalan tani sepanjang 900 m lebar 5 m, pembuatan talud dan pemasangan gorong – gorong.

30.    Pada tanggal 21 Agustus s/d 07 September 2007, 1 SST telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 79 TA.2007 di wilayah Kodim 1411/Blk Desa Jojjolo Kec. Bulukumba Kab. Bulukumba dengan sasaran pengerasan jalan dan pembuatan rumah ibadah.

31.    Pada tanggal 21 Mei s/d 10 Juni 2008, 1 SST telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 80 TA.2009 di wilayah Kodim 1409/Gowal bertempat di Desa Taeng Kec. Palangga Kab. Gowa dengan sasaran pegerasan jalan, Pembuatan rumah ibadah, dan pembuatan pos kamling.

32.    Pada tanggal 10 Oktober s/d 10 Nopember 2008, 2 SSR telah melaksanakan kegiatan Bhakti TNI Terpadu TA.2009 di wilayah Kodim 1426/Tkl bertempat di Desa Batang Parang Kec. Marbo Kab. Takalar dengan sasaran pembuatan MCK, Penyulingan air bersih, Sunatan dan pengobatan massal.

33.     Pada tanggal 10 s/d 30 Nopember 2008, 1 SST telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 81 TA.2009 di wilayah Kodim 1407/Bone bertempat di Desa Campaniaga Kec. Barombong Kab. Bone dengan sasaran pengerasan jalan sepanjang 4 km.

34.     Pada tanggal 10 s/d 30 Oktober 2008, 1 SST telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 81 TA.2009 di wilayah Kodim 1423/Maros bertempat di Kec. Tompo Kab. Maros dengan sasaran Rehab Mesjid, Pembuatan Pos Kamling, Pengerasan jalan, Rehab puskesmas terpadu dan Madrasah.

35.     Pada tanggal 02 s/d 22 Juni 2009, 1 SST berjumlah 44 orang Dpp Letda Inf Patahuddin telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 82 TA.2009 di wilayah Kodim 1415/Selayar bertempat di Kab. Selayar dengan sasaran perintisan jalan, rabat beton, pembuatan MCK di kel. Bonto Bangun dan Kel. Benteng Selatan Kab. Selayar.

36.     Pada tanggal 02 s/d 22 Juni 2009, 2 SST berjumlah 60 orang Dpp Letda Inf Hermawan telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 82 TA.2009 di wilayah Kodim 1423/Soppeng bertempat di Kab. Sopeng dengan sasaran Rehab Mesjid, Pembuatan Jembatan, Perintisan jalan dan pengerasan jalan.

37.     Pada tanggal 02 s/d 19 Juni 2009, 1 SST berjumlah 24 orang Dpp Lettu Inf Muddar jaya telah melaksanakan kegiatan TMSS TA.2009 di wilayah Kodim 1410/Bantaeng bertempat di Kab. Bantaeng dengan sasaran Rehab rumah masyarakat sebanyak 20 unit dengan perincian :

  a.     Di Ds Sappa sappa Desa Rampong Kec. Pajjukukang sebayak 6 unit rumah kayu.

  b.     Di Ds Makaninoa dan ds Perumputan Desa Biangkeke Kec. Pajjukukang sebayak 7 unit rumah kayu.

  c.     Di Ds Pajjukukang Desa Pajjukukang Kec. Pajjukukang sebayak 7 unit rumah kayu.

38.   Pada tanggal 10 Oktober s/d 03 Nopember 2009, 50 orang Dpp Lettu Inf Kaharuddin telah melaksanakan kegiatan TMMD ke 83 TA.2009 di wilayah Kodim 1426/Takalar bertempat di Desa Barugaya dan Desa Parang Baddo Kec. Polut Kab. Takalar dengan sasaran pengerasan jalan sepanjang 1630 m, Talud sepanjang 300 m, pembuatan dekker plat 5 buah di desa Parang Baddo dan pembuatan jembatan 12 X 4 m , pembuatan talud sepanjang 440 m di desa Barugaya.

39.    Pada tanggal 01 s.d. 21 Juni 2011 sebanyak 30 Orang, Dpp. Letda Inf Muh Sain melaksanakan TMMD Reguler ke-86 di wilayah Kodim 1406/Wajo kec. Majauleng Kab. Wajo dengan sasaran pengerasan jalan sepanjang 1,6 Km, pembuatan jembatan 5 x 9 (1 buah), pembuatan tanggul penahan lumpur dan pemasangan gorong-gorong sebanyak 5 titik.

40.   Pada tanggal 10 s.d. 30 Oktober 2011 sebanyak 30 orang, Dpp. Letda Ckm Sasono melaksanakan TMMD Reguler ke–87 di Wil. Kodim 1411/Blk di Kec. Rilau ale Kab. Bulukumba dengan sasaran perintisan jalan dan pengerasan jalan sepanjang 2.844 M, pembuatan jembatan 1 buah, Dekker 7 x 2 M 1 buah dan pembuatan gorong-gorong 3 buah.

41.    Pada tanggal 10 s.d. 30 Oktober 2011 sebanyak 30 orang, Dpp. Letda Chb Suardi melaksanakan TMMD Reguler ke-87 di Wil. Kodim 1409/Gowa di Kec. Palangga Kab. Gowa dengan sasaran perbaikan Masjid Nurul Iman, Desa Manjailing Kec. Bajeng Barat dengan sasaran perbaikan Masjid Al Ikhwan, Desa Barembeng Kec. Bontonompo dengan sasaran perbaikan Masjid Al Ikhlas.

42.     Pada tanggal 10 s.d. 30 Oktober 2011 sebanyak 30 orang, Dpp. Letda Inf Eko Sulistyono melaksanakan TMMD Imbangan ke – 87 di wilayah Kodim 1425/Jpt di Kec. Binamu Kab. Jeneponto dengan sasaran perbaikan dan pembuatan jalan sejauh 3200 m lebar 4 m, pembuatan jembatan dan gorong-gorong.

43.    Pada tanggal 17 Oktober s.d 24 Desember 2011 sebanyak 21 orang Dpp. Serda Ilham melaksanakan rehabilitasi kawasan satwa seluas 400 Ha untuk ditanami 160.000 batang pohon berbagai jenis yaitu pohon jati putih, jambu mente, jati lokal dan pohon daun asam berlokasi di Desa Darubia dan Desa Ara Kec. Bonto Bahari Kab. Bulukumba.

44.    Pada tanggal 17 Oktober s.d 23 Desember 2011 sebanyak 31 orang Dpp. Sertu Anwar Sadat melaksanakan rehabilitasi hutan konservasi dan perlindungan hutan di Wilayah Kodim 1409/Gowa seluas 500 Ha untuk ditanami 220.000 batang pohon berbagai jenis yaitu pohon kaleptus, bayam jawa, duren, jabon dan pohon pinus.

45.     Pada tanggal 26 s.d. 30 Nopember 2011 sebanyak 96 orang, Dpp. Kapten Inf Nursaid Mattaya melaksanakan bantuan kemanusiaan yaitu penanggulangan bencana alam angin puting beliung dengan kegiatan pembersihan sisa-sisa bencana serta membantu masyarakat membangun dan merehab kembali rumah yang telah porak-poranda di Kec. Manggarupi Kab. Gowa.

46.     Pada tanggal 23 Mei s.d. 12 Juni 2012, kekuatan satu SST (30 orang) Dpp. Letda Ckm Sasono Budoyo, S.Sos melaksanakan TMMD Reguler ke – 88 di wilayah Kodim 1415/Selayar Kec. Bontomatene Kab. Selayar. dengan sasaran perintisan dan penghamparan jalan dari Desa Bungaya sampai dengan Desa Tanate sejauh 5,5 Km.

47.    Pada tanggal 23 Mei s.d. 12 Juni 2012, kekuatan satu SST (30 orang) Dpp. Lettu Inf Muhammad Sain melaksanakan TMMD Reguler ke – 89 di wilayah Kodim 1422/Maros Kec. Bontomatene Kab. Maros. dengan sasaran membangun pos Kamlin Desa Puca Bungaya sampai dengan Desa Tanate sejauh 5,5 Km.

48.    Pada tanggal 23 Mei s.d. 12 Juni 2012, kekuatan satu SST (30 orang) Dpp. Letda Ckm Sasono Budoyo melaksanakan TMMD Reguler ke – 88 di wilayah Kodim 1415/Selayar Kec. Bontomatene Kab. Selayar. dengan sasaran perintisan dan penghamparan jalan dari Desa Bungaya sampai dengan Desa Tanate sejauh 5,5 Km.

49.     TMT 07 s.d. 27 Mei 2015 melaksanakan TMMD ke-94 dengan kekuatan 1 Ton (34 orang) Dpp Lettu Inf Asri Akbar di wilayah Kodim 1406/Wajo dan 1 Ton (34 orang) Letda Ckm Muhammad Rusli di wilayah Kodim 1411/Bulukumba.

50.    TMT 07 s.d. 28 Oktober 2015 berkekuatan 2 Ton (100 orang) Dpp Lettu Inf Muhammad Sain melaksanakan TMMD ke-95 di wilayah Kodim 1415/Selayar.

TUGAS PENGAMANAN

1.        Pada tahun 1982, 1987 dan 1999 melaksanakan Pam Pemilu di wilayah Korem 141/Tp.

2.        Pada tahun 1999 1 SSK melaksanakan Pam RI – 1 di Pare – pare Makassar.

3.      Pada tahun 2000 2 SSK melaksanakan Pengamanan kerusuhan di daerah Kab.Poso dari bulan Juni sampai dengan September 2000 dengan hasil tertangkapnya provokator A.n. Dominggus da Silva dan Fabianus Tibo.

4.        Pada tahun 2002, 1 SSK melaksanakan Pengamanan kerusuhan di daerah Kab.Poso dari bulan Agustus sampai dengan Januari 2003.

5.        Pada tahun 2006, 1 SSK melaksanakan Pam RI-2 di Kab. Sinjai.

6.     Pada tanggal 08 s/d 09 Nopember tahun 2007, 2 SST telah melaksanakan Pengamanan dalam rangka penyelenggaraan event Gudang Garam Internasional Rally Indonesia 2007 di Kab. Takalar Sulawesi Selatan.

7.      Pada Tanggal 18 Oktober s/d 12 Nopember tahun 2007, 2 SST telah melaksanakan Pam Pilkada di Kab. Takalar.

8.     Pada tanggal 23 s/d 24 Agustus tahun 2009, 2 SSK telah melaksanakan Pengamanan dalam rangka penyelenggaraan event Gudang Garam Internasional Rally Indonesia 2009 di Kab. Takalar Sulawesi Selatan.

9.      Pada tanggal 26 Maret s.d. 03 April 2012, kekuatan 1 SSK (106 orang) Dpp. Kapten Inf Nursaid Mattaya melaksanakan pengamanan obyek vital di wilayah kota Makassar dalam rangka bantuan perkuatan kepada Polri untuk menghadapi demonstrasi menolak kenaikan BBM.

10.    Pada tanggal 27 Maret s.d. 03 April 2012, kekuatan 1 SSK (104 orang) Dpp. Lettu Inf Muh. Nuryadi melaksanakan pengamanan obyek vital di wilayah kota Makassar dalam rangka bantuan perkuatan kepada Polri untuk menghadapi demonstrasi menolak kenaikan BBM.

11.    Pada tanggal 17 s.d. 19 September 2013, kekuatan 1 SSK (127 orang) Dpp. Kapten Inf Kaharuddin melaksanakan pengamanan dalam rangka pelaksanaan Pemilu Kada Kab. Jeneponto.

12.      Pada tanggal 28 s.d. 30 Desember 2013, kekuatan 2 SST (62 orang) Dpp. Kapten Inf Leo Abimelesk Sibuea melaksanakan pengamanan dalam rangka pelantikan Bupati Jeneponto.

13.    Pada tanggal 05 s.d. 09 April 2014, kekuatan 1 SST (26 orang) Dpp. Lettu Chb Suardi melaksanakan pengamanan Pemilu Legislatif bertempat di Polres Jeneponto.

14.    Pada tanggal 01 s.d. 15 April 2014, kekuatan 2 SKK (206 orang) Dpp. Letkol Inf Jamaluddin, S.I.P melaksanakan pengamanan Pemilu Legislatif dan pengamanan VVIP Presiden/Wakil Presiden RI Tahun 2014 di wilayah Kab. Bone dan Kab. Wajo.

15.      Pada tanggal 11 Mei 2015, kekuatan 1 SSY (400 orang) Dpp. Mayor Inf Hirta Juni A Wadanyonif 726/Tml, Mayor Inf Hirta Juni Adriansyah melaksanakan pengamanan VVIP RI-2 di Kab. Taklar.

16.     Pada tanggal 06 s.d. 07 Juni 2015, kekuatan 1 SSY (400 orang) Dpp. Danyonif 726/Tml, Mayor Inf Ardi Sukatri, S.Sos melaksanakan pengamanan VVIP RI-2 dalam rangka kunjungan kerja di Kab. Bone dan Kab Wajo.

17.      Pada tanggal 02 s.d. 28 Desember 2015, kekuatan 2 SST (62 orang) Dpp. Kapten Inf Andika Candra Pratama melaksanakan pengamanan Pilkada di Kab. Gowa.

18.      Pada tanggal 15 s.d. 16 Januari 2016, kekuatan 2 SSK (280 orang) Dpp. Danyonif 726/Tml, Ardi Sukatri, S.Sos Mayor Inf melaksanakan pengamanan RI-2 di Kab. Gowa Malino.

19.     Pada tanggal 20 s.d. 21 Januari 2016, kekuatan 2 SST (50 orang) Dpp. Kapten Inf Andika Candra Pratama melaksanakan pengamanan penetapan Hasil Pilkada di Kab. Gowa.

PRESTASI LAINNYA

ORAMIL

1.     Juara 7 lomba Ton Tangkas perwakilan Kodam VII/Wrb diMagelang.

2.     Juara 3 lomba Ton Ranting Kodam VII/Wrb di Makassar TA 2013.

3.     Juara 2 Lomba Binsat Jajaran Kodam VII/Wrb TA 2014.

4.     Juara 2 lomba Ton Ranting Kodam VII/Wrb di Pakatto TA 2014.

5.     Juara 4 lomba Ton Tangkas Kodam VII/Wrb di Pakatto TA 2015.

6.     Juara 1 lomba Ton Ranting Kodam VII/Wrb di Makassar TA 2015.

 

ORAUM

1.     Tahun 2009, 8 (delapan) orang personel Yonif 726/Tml terpilih sebagai pemain PSAD Kodam VII/Wrb dalam rangka PORAD TA. 2008-2009.

2.     Tahun 2009, 3 (tiga) orang personel Yonif 726/Tml terpilih sebagai pemain Volly ball Kodam VII/Wrb dalam rangka PORAD TA. 2008-2009.

3.     Tahun 2014, juara 1 turnamen sepak bola antar Klub Se-Kabupaten Jeneponto ” MUKHTAR TOMPO CUP I 2014 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2014 di Kec. Tamalatea Kab. Jeneponto.

4.     Tahun 2014,   juara 1 Volly ball dalam rangka memperingati HUT Korem 141/Tp di Kabupaten Bone.

5.     Tahun 2016, juara 1 Volly ball   dalam rangka memperingati HUT ke-59 Kabupaten Takalar.

6.     Tahun 2016, juara 2 Sepak Takraw dalam rangka memperingati HUT ke-59 Kabupaten Takalar.

 

PERORANGAN

1.     Praka Amir Said NRP 31020797650382 Jab. Taban Cuk-1 Regu Morri Ton Ban Kipan-A.

a.     Juara 1 croos country di Jakarta Th. 2006.

b.     Juara 2 croos country di Jakarta Th. 2007.

c.     Juara 3 kejurnas lari 10 K di Yokyakarta.2007.

d.     Juara 2 Army Half Marathon 21 km di singapura Th. 2007, 2008, 2009, 2010.

e.     Juara 1 lomba lari 10 K di Kalimantan Barat.

f.     Juara 2 lomba lari 10 K HUT kota Cimahi Bandung.

g.     Juara Harapan 2 Darling 10 K HUT Akmil 2009.

h.     Juara 3 lomba lari 10 K HUT kota Pekan Baru Riau Th. 2008.

i.     Juara 1 lomba lari 10 K HUT kota Majalengka Th. 2010.

j.     Juara 3 Half Marathon Salatiga Semarang.

k.     Juara 1 lomba lari 10 K HUT Kostrad di Makassar Th. 2008.

l.     Juara 1 lomba lari 21 Km dalam Porad Ta. 2008.

m.     Juara 1 lomba lari 10 K HUT Kota Manado Th. 2007.

n.     Juara 1 lomba lari 10 K kota Kendari.

2.     Sertu Andi Pallawagau NRP 21000103010281 Jab. Baton II Kipan-A.   Juara 2 lomba Tembak Pistol Piala Kasad TA. 2010.

3.     I Wayan Irawan NRP 31020294630183 Jab. Wadanru-1 Ton I Kipan-A Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara 1 Tim Bola Volly Turnamen Rajawali Cup Merauke TA 2013.

b.     Juara 2 Tim Bola Volly Turnamen Danlanud Cup Merauke TA 2013.

4.     Pratu Riyanto Mokodompit NRP 31081815240489 Jab. Tabak SLT Ru-2 Ton II Kipan-A Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara I Tim Bola Volly Turnamen Rajawali Cup Merauke TA 2013.

b.     Juara II Tim Bola Volly Turnamen Danlanud Cup Merauke TA 2013.

5.     Pratu Agus NRP 31090522940887 Jab. Tatandu/Keslap Ton Kes Kima Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara I Tim Bola Volly Turnamen Rajawali Cup Merauke TA 2013.

b.     Juara II Tim Bola Volly Turnamen Danlanud Cup Merauke TA 2013.

6.     Pratu Muh. Syahrir NRP 31100181100888 Jab. Tabak SLT Ru-3 Ton I Kipan-A Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara I Tim Bola Volly Turnamen Rajawali Cup Merauke TA 2013.

b.     Juara II Tim Bola Volly Turnamen Danlanud Cup Merauke TA 2013.

7.     Sertu Triana Kurniawan NRP 21060217080684 Jab. Basi-4 Siwat Kima Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara II Tim Sepak bola Piala Habibi Cup di Kab. Palopo TA 2013.

b.     Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2013.

c.     Juara II Sepak bola Piala Danrindam VII/Wrb Cup di Pakatto TA 2013.

d.     Juara II Sepak bola Piala Bupati Cup di Galesong TA 2013.

8.     Sertu Max Anes Masela NRP 21060225400985 Jab. Baton SMS Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara II Sepak bola Piala Habibi Cup di Kab. Palopo TA 2013.

b.     Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2013.

c.     Juara II Sepak bola Piala Danrindam VII/Wrb Cup di Pakatto TA 2013.

d.     Juara II Sepak bola Piala Bupati Cup di Galesong TA 2013.

9.     Kopda M. Rusli NRP 31020262460480 Jab. Wadanru-3 Ton ATGM Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara II Sepak bola Piala Habibi Cup di Kab. Palopo TA 2013.

b.     Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2013.

c.     Juara II Sepak bola Piala Danrindam VII/Wrb Cup di Pakatto TA 2013.

d.     Juara II Sepak bola Piala Bupati Cup di Galesong TA 2013.

10.  Praka Faharuddin NRP 31030266900981 Jab. Wadanru-1 Ton ATGM Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara II Piala Habibi Cup di Kab. Palopo TA 2013.

b.     Juara II Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2013.

c.     Juara II Piala Danrindam VII/Wrb Cup di Pakatto TA 2013.

d.     Juara II Piala Bupati Cup di Galesong TA 2013.

11.   Praka Sahar NRP 31060751320986 Jab. Tabak Ru-2 Ton ATGM Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara II Sepak bola Piala Habibi Cup di Kab. Palopo TA 2013.

b.     Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2013.

c.     Juara II Sepak bola Piala Danrindam VII/Wrb Cup di Pakatto TA 2013.

d.     Juara II Sepak bola Piala Bupati Cup di Galesong TA 2013.

12.   Prada Yoni Widodo NRP 31120217910193 Jab. Tabakpan-4 Ru-3 Ton II Yonif 726/Tml Rem 141/Tp Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2014.

13.   Prada Lutfi Maraufey NRP 31120292141091 Jab. Tabakpan-3 Ru-2 Ton I Yonif 726/Tml Rem 141/Tp Juara II Sepak bola Liga Ramadhan Cup Ke-III di Makassar TA 2014.

14.   Sertu Muh. Tahan NRP 21101537731289 Jab. Danru-1 Ton ATGM Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara 5 lomba Lari 5 K Kategori Umum  UT Makassar Th. 2013.

b.     Juara 7 lomba Lari 800 M Piala TNI Terbuka Th. 2014.

c.     Juara 8 lomba Lari 800 M Jatim Open di Surabaya Th. 2014.

d.     Juara 7 lomba Lari10 K Kategori Umum HUT Malang Th. 2014.

e.     Juara 7 lomba Lari 10 K HUT Bosowa di Makassar Th. 2014.

f.     Juara 9 lomba Lari 10 K Kategori TNI/Polri di Jakarta Th. 2014.

15.   Serda Setianan Suhendra NRP 21110030721289 Jab. Danru Bakduk Kiban Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara 2 lomba Orienteering dalam rangka HUT ke-69 Dirtopad Th. 2015.

b.     Juara 4 lomba Orienteering TNI TA. 2015.

c.     Juara 2 BATU LAPPISI TRAIL RUN 21 KM Th. 2015.

16.  Prada Amir NRP 31130199900292 Jab. Tamunisi Ru-3 Ton ATGM Kibant Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara 10 lomba Lari 10 K Kategori Umum HUT Malang Th. 2014.

b.     Juara 12 Lari 10 K HUT TNI ke 69 di Surabaya TA 2014.

17.   Prada Mursalim NRP 31130201700592 Jab. Tabakpan-3 Ru-1 Ton I Kipan-A Yonif 726/Tml Rem 141/Tp   Juara 13 lomba Lari 10 K HUT TNI ke 69 di Surabaya Th. 2014.

18.  Prada Lukman NRP 31130202200692 Jab. Tamunisi Cuk-2 Ru-2 Ton SMS Kiban Yonif 726/Tml Rem 141/Tp   Juara 5 lomba Lari 5 dan 10 K dalam rangka HUT Galesong Group ke-40 Th. 2015.

19.   Pratu Zaldi T.T.R NRP 31110498821191 Jab. Tamu Cuk-1 Ru Morri Ton Ban Kipan-A Yonif 726/Tml Rem 141/Tp :

a.     Juara 1 Pencak Silat PORDA Kab. Bantaeng Th. 2014.

b.     Juara 3 Kejurnas Yongmoodo Piala Kasad ke-5 di Surabaya Th. 2015.

 

 

 

.